PELESTARIAN RANDAI OLEH SANGGAR SALUAK BADETA DAN GENERASI MUDA SINTUAK TOBOH GADANG

Authors

  • Clara Putri Padang State University
  • Indrayuda Padang State University

DOI:

https://doi.org/10.24036/ddrvwg45

Keywords:

Cultural Preservation, randai, Young Generation

Abstract

This study aims to analyze the Randai art preservation strategy by Sanggar Saluak Badeta and the involvement of the younger generation in Nagari Sintuak Toboh Gadang in facing the challenges of modernization. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, which were then analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study revealed that Sanggar Saluak Badeta plays a central role in maintaining the existence of Randai through regular training programs, performances in traditional ceremonies, and intensive coaching for the younger generation who now play an active role as artists and organizational activists. The preservation strategy implemented includes adaptive performance innovation without reducing the value of originality, cross-sectoral collaboration with cultural institutions, and optimization of digital technology for documentation and promotion. It is concluded that the success of Randai preservation in this region is the result of collective synergy between art institutions, the active participation of the younger generation, and the support of the local community who have a high awareness of the sustainability of Minangkabau cultural heritage.

References

Andriani, F. (2020). Peran sanggar seni dalam pelestarian budaya lokal di Indonesia. Jurnal Seni dan Pendidikan Budaya, 8(1), 12–25.

Arifninetrirosa, Heristina Dewi, & Bebas Sembiring. (2019). Pelestarian Randai Sebagai Media Pendidikan Adat Istiadat Minangkabau di Sanggar Sumarak Anjuang di Kota Medan. TALENTA Conference Series: Local Wisdom, Social, and Arts (LWSA), Vol. 2 No. 2, 2019.

Bakar, M. (2020). Pelestarian seni tradisi di era modern. Jurnal Seni dan Budaya, 12(2), 45–57.

Budiman, W. (2018). Fungsi sanggar seni sebagai ruang ekspresi masyarakat lokal. Jurnal Antropologi Indonesia, 19(2), 47–59.

Cahyono, A. (2021). Manajemen sanggar seni dalam mempertahankan eksistensi kesenian tradisional. Jurnal Manajemen Seni Pertunjukan, 5(3), 88–101.

Darma, S., & Putri, L. (2019). Sanggar sebagai pusat pembelajaran seni tradisi bagi generasi muda. Jurnal Pendidikan Seni dan Budaya, 7(2), 34–45.

Efendi, R. (2019). Randai sebagai media pendidikan karakter generasi muda Minangkabau. Jurnal Kebudayaan Nusantara, 7(1), 21–33.

Fadhilah, R. (2022). Strategi pengembangan sanggar seni di era digital. Jurnal Komunitas Seni Nusantara, 4(1), 55–69

Fitri, R., & Yulinar, S. (2021). Peran generasi muda dalam pelestarian seni tradisional di Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 9(1), 33–40.

Hanifa, Y. (2018). Dinamika pertunjukan randai dalam masyarakat kontemporer. Jurnal Humaniora, 13(2), 55–68.

Hanum, Y. (2017). Partisipasi masyarakat dalam kegiatan sanggar budaya. Jurnal Sosiologi Budaya, 9(1), 23–36.

Indrawati, P. (2020). Eksistensi randai dalam arus globalisasi. Jurnal Seni Pertunjukan Indonesia, 6(1), 14–27.

Indrayuda, I., Marzam, M., & Samsudin, M. E. (2020). Randai as a Social Representation Minangkabau Society of the Past. Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora, 19(1), 104–135. DOI: 10.24036/humanus.v19i1.106302

Indrayuda, I. (2019). Acting, Movements, and the Three Important Components Configuration in Marginalizing Randai as an Entertainment Show. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 19(1), 98–110. DOI: 10.15294/harmonia.v19i1.19185

Indrayuda, I., & Samsuddin, M. E. (2021). Changes in Form and Style in Randai Performance at The Minangkabau Diaspora in Malaysia. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 21(2), 340–355. DOI: 10.15294/harmonia.v21i2.32043

Iskandar, T. (2020). Revitalisasi sanggar seni tradisional sebagai upaya pelestarian budaya daerah. Jurnal Warisan Budaya, 5(2), 41–54

Kurnia, R. (2018). Pendidikan karakter melalui aktivitas sanggar seni tradisional. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(3), 77–89.

Maulana, F. (2021). Pemberdayaan seniman lokal melalui sanggar seni. Jurnal Seni dan Kreativitas Lokal, 6(2), 102–115.

Maulana, F. (2022). Strategi komunitas seni dalam melestarikan kesenian tradisi Minangkabau. Jurnal Sosial dan Budaya, 8(3), 101–115.

Nursyamsi, F. (2019). Transformasi randai dalam masyarakat modern. Jurnal Humaniora, 14(3), 112–124.

Putra, L. (2020). Pembinaan kesenian tradisional melalui sanggar seni: Studi kasus di Sumatera Barat. Jurnal Pendidikan Seni, 5(2), 87–98.

Putra, L., & Sari, W. (2020). Pembinaan kesenian tradisional melalui sanggar: Studi kasus di Sumatera Barat. Jurnal Pendidikan Seni, 5(2), 87–98.

Rahmadani, S. (2022). Peran sanggar dalam mempertahankan seni pertunjukan tradisional di daerah pedesaan. Jurnal Seni Pertunjukan Nusantara, 7(1), 19–33.

Ramadhani, S. (2021). Faktor-faktor pendukung dan penghambat pelestarian randai di kalangan remaja Minangkabau. Jurnal Budaya Minang, 4(1), 24–39.

Rahmi, D., & Salma, T. (2017). Partisipasi masyarakat dalam pelestarian seni pertunjukan tradisi. Jurnal Kajian Budaya, 11(2), 67–79.

Sari, W. (2018). Nilai-nilai pendidikan dalam pertunjukan randai. Jurnal Sorai Seni, 3(1), 55–70.

Salmawati, D. (2023). Sanggar seni sebagai ruang inovasi dan kreativitas generasi muda. Jurnal Kreativitas Budaya, 11(1), 1–13.

Silvani, S., & Indrayuda, I. (2025). Tari Piriang Dalam Struktur Pertunjukan Randai: Kajian Fungsional Struktural. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 22123–22130. DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30979

Susanto, H. (2020). Dinamika sanggar seni tradisi dalam menghadapi modernisasi. Jurnal Kebudayaan Nusantara, 3(2), 66–78.

Syahrul, A. (2022). Eksistensi randai dalam masyarakat Minangkabau. Jurnal Kebudayaan Daerah, 5(2), 77–88.

Syamsir, Jumiati, & Putra, I. (2022). Pembinaan SDM Kelompok Remaja dalam Pelestarian Kesenian Tradisional Randai Minangkabau. JESS (Journal of Education on Social Science), 6(2), hal 144–153.

Syamsir, S., Jumiati, J., Putri, N. E., & Putra, I. (2023). Pelestarian Seni Tradisional Randai dalam Arus Globalisasi: Refleksi Pengalaman Pengabdian.

Utami, A. (2021). Model pembelajaran seni berbasis sanggar. Jurnal Pendidikan Seni Indonesia, 12(1), 33–49.

Wardani, F. (2019). Kegiatan sanggar budaya sebagai sarana penguatan identitas lokal. Jurnal Identitas Budaya, 4(2), 90–103.

Yuda, A., & Farhan, M. (2020). Kearifan lokal dalam seni tradisi randai Minangkabau. Jurnal Warisan Budaya, 2(2), 90–102.

Yusuf, R. (2021). Pengembangan kreativitas seniman muda dalam pertunjukan randai. Jurnal Seni Pertunjukan Nusantara, 9(1), 43–57.

Zulfikar, H. (2023). Revitalisasi kesenian randai sebagai identitas budaya lokal. Jurnal Seni dan Tradisi, 11(1), 1–12

Downloads

Published

2026-02-24

Issue

Section

Articles

How to Cite

PELESTARIAN RANDAI OLEH SANGGAR SALUAK BADETA DAN GENERASI MUDA SINTUAK TOBOH GADANG. (2026). Avant-Garde: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Pertunjukan, 4(1), 31-37. https://doi.org/10.24036/ddrvwg45

Similar Articles

11-20 of 73

You may also start an advanced similarity search for this article.